Sekarang, di bulan-bulan ini, lagi happening banget nih mengenai kelulusan, SMA maupun SMP. Yakin deh pasti udah pada terima hasil pengumumannya, mudah-mudahan lulus semua yah. Akhirnya terlewati juga ya masa-masa bagaimana deg-degan, nervous, bahkan worriednya selama masa penantian hasil pengumuman tersebut.

Bagaimana seringnya kontak-kontakkan sama teman, kalau dulu (baca: masanya gue) tuh cuma bisa lewat telepon rumah dan ada jugalah mungkin beberapa yang smsan, tapi kalau sekarang mah udah pasti telepon-teleponan dari handphone masing-masing, sms-an bahkan BBMan, twitter-an, FBan, pokoknya udah banyak cara lah untuk saling kontak ke teman-temannya untuk ngegosipin soal hasil kelulusan itu.

Mumpung lagi panas-panasnya nih berita ginian, jadi membangkitkan mood gue untuk nulis masa-masa gue dan teman-teman menanti pengumuman kelulusan.

Waktu jamannya gue menghadapi UAN, nilai kelulusan semua mata pelajaran minimal harus enam, naik dua angka dari nilai kelulusan satu tahun sebelumnya yang hanya empat (padahal sekarang malah udah lebih tinggi yah), dan saat itu mata pelajaran gue kelas tiga SMA ada sepuluh yang sepuluh-sepuluhnya berarti nggak boleh di bawah enam, karena udah pasti bakalan nggak lulus.

Dan setelah melewati seminggu belajar keras selama UAN, mulailah masa-masa penantian itu, nunggu pengumuman hasil kelulusan. Dan selama penantian itu, masih inget aja tuh gue, masa ada orang yang tidak bertanggung jawab entah siapa bikin gosip kalau kelas gue nggak lulus di mata pelajaran bahasa Inggris, padahal nilai aja belum keluar. Dan anehnya gue separuh, umm…no, seperempat percaya gitu, tapi gue yakin pasti lulus.

Nunggu pengumuman hasilnya, yang pasti ya itu tadi, deg-degan banget, nervous, kurang tenang deh.

Awalnya dapat kabar kalau hasil kelulusan akan diantarkan ke rumah masing-masing by post, dan ternyata setelahnya diralat lagi kalo kami harus datang ke sekolah untuk nerima hasil itu, senangnya. Hari itu kami dikumpulkan di lapangan sekolah, baris kayak mau upacara, diliatin sama semua adik kelas dari lantai atas.

Kami semua duduk lesehan di lapangan, masing-masing dibagikan satu amplop yang isinya adalah hasil kelulusan, deg-degan banget, tapi saat itu gue yakin kalo gue pasti lulus, karena gue tahu dan yakin dengan kemampuan gue, heheee…..

Begitu dapat command untuk membuka amplop masing-masing. Masih dengan deg-degan, gue buka amplop gue, fokus dan pelan-pelan, di saat proses gue yang masih membuka amplop itu sudah terdengar teriakan teman-teman yang lain “lulus”, dan gue percepat langsung buka amplop, lihat tulisan di dalamnya, ada nama gue, nomor UAN, dan……LULUS, Alhamdulillah.

Yaaayyyy….pada loncat-loncat semua deh, teriak-teriak, senang-senang deh pokoknya, dan yang pasti langsung kabarin nyokap kalo gue lulus. Senang banget rasanya bisa kumpul satu angkatan bareng-bareng di satu lapangan, deg-degan bareng, teriak bareng, senang-senang bareng, menyenangkan deh pokoknya.  And that’s a wrap.

Nah, buat kalian yang sudah melewati masa-masa penantian itu dan sudah tahu hasilnya, SELAMAT yah. Tapi perjuangan belum selesai, masih banyak yang menanti di luar sana. Keep your spirit and keep on fighting, for the future.

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s