Interview With Mario Teguh

Om Mario, sebagai anak muda, saya ini keluar masuk ruang galau.

Setiap saya sadar untuk lebih tegas berbahagia, seperti saran Om, saya keluar dari satu ruang galau, yang pintu keluarnya adalah pintu masuk ke ruang galau berikutnya.

Saya galau banget nih Om, kalau gini terus apa saya bisa sukses? Apa Om dulu juga suka galau? Apa Om masih galau sampai sekarang?

Om MT khan ahli ilmu galau, gimana nih Om?

………..

Adikku yang baik hatinya, apakah ada orang yang tidak pernah galau, bisa menasihati orang yang sedang galau mengenai kegalauan?

Jadi Om dulu pernah galau?

Om MT ini adalah veteran dalam kegalauan. Saya sudah mengalami kegalauan yang tidak terasa seperti kegalauan tapi faktanya galau.

Jadi apa definisi galau?

Kegalauan adalah kegamangan karena tidak adanya kejelasan mengenai kualitas masa depanmu.

Caranya supaya saya bisa jelas?

Perjelas apa yang ingin kau capai dalam hidup ini?

Kalau cinta?

Apakah engkau punya rencana yang jelas untuk membangun penampilan dan cara membawa diri yang pantas dicintai oleh belahan jiwa yang baik? Apakah engkau sudah mempelajari sikap dan cara untuk menjadi kekasih yang mesra dan memuliakan pasanganmu?

Saya belum punya rencana jelas, tapi baik Om, saya akan mulai buat dan mencoba. Tapi, apakah nantinya saya mencari atau dicari wanita?

Jika engkau berhasil dalam pengembangan daya tarik pribadimu, engkau akan dicari. Atau, jika engkau mencari, engkau akan lebih mudah menemukan.

Apakah Om Mario dulu pernah ditolak wanita?

Apa? Oh, itu fitnah! Saya tidak pernah ditolak wanita, saya hanya diabaikan.

Khoq bisa?

Saya dulu terlalu culun, udik, minder, miskin, kuno, KW belakangan, dan pemalu; sehingga radar cinta para wanita yang kurang beruntung itu, tidak menangkap kehadiran saya.

Khoq bisa dapet Ibu Linna yang cantik dan pinter?

Oh itu bukan karena yang saya lakukan. Kalau dilihat dari penampilan, Ibu Linna tidak mungkin tertarik kepada saya. Tapi, Ibu Linna itu pandai melihat p-o-t-e-n-s-i! Mungkin baginya, saya ini investasi jangka panjang yang menguntungkan.

Apakah persetujuan orang tuanya penting bagi keharmonisan saya dan kekasih saya?

Yah, kalau sudah ada yang mau denganmu, memang persetujuan orang tua itu penting. Karena jika nanti engkau menikahinya, sesungguhnya engkau juga ‘menikah’ dengan keseluruhan keluarganya. Keluarganya menjadi keluargamu, dan sebaliknya.

Kalau calon mertua tidak setuju, bagaimana?

Jangan pikirkan itu dulu. Anaknya saja belum tentu mau.

Trus, supaya anaknya mau gimana?

Begini. Wanita itu paling tertarik kepada pria yang sikapnya mengandung campuran yang misterius antara tertarik dan acuh.

Gimana gimana Om, ini penting kaya’nya.

Dia tertarik kepada sang wanita, seperti tidak ada hal yang lebih menarik selain kebersamaan dengan sang wanita. Tapi bisa acuh, seperti tak membutuhkan dan cepat melupakannya jika sang wanita tidak berlaku sebagai dewi yang bisa dimuliakannya.

Trus trus …??

Sang pria mungkin masih muda dan belum banyak yang dihasilkan, tapi harus banyak memulai atau sedang melakukan hal-hal baik yang biasanya tidak dilakukan anak muda yang lain, dan menunjukkan semangat untuk menghasilkan sesuatu yang menjadikannya hebat, terpuji, dan berwibawa di masa depan.

Trus trus trus …??

Memang akan ada wanita yang lebih tertarik kepada pemuda lain yang bapaknya lebih kaya dari semua koleksi harta keluargamu. Tapi jangan kecil hati. Itu bukan wanita untukmu. Wanita itu sesungguhnya tidak menikahi sainganmu, dia menikahi harta bapaknya.

Lha trus? Kalau saya miskin, apa ada wanita yang akan tertarik kepada saya?

Hmm … miskin tidak apa, asal tidak mengeluhkan kemiskinan. Tapi yah … memang sulit membuat wanita yang cerdas dan mandiri – tertarik kepadamu jika engkau tak menjanjikan kemampuan untuk membiayai kehidupan yang baik bersamamu.

Apakah berarti wanita itu matre?

Kalau matre itu artinya mencintai apa saja yang bergerak – asal kaya, memang ada wanita yang seperti itu, tapi tidak semua.

Matre yang baik itu gimana?

Wanita yang cerdas mengharuskan prianya belajar dan bekerja keras untuk menjadi pembiaya kehidupan yang baik bagi kesejahteraan keluarganya. Jika engkau tak bersedia memenuhi tuntutan yang seperti itu, engkau hanya akan sesuai dengan wanita yang membiarkanmu menjadi pemalas yang pengeluh dan pemarah.

Jadi wanita yang baik itu?

Dia yang mencintaimu bukan hanya karena adanya dirimu sekarang, tapi karena apa akan jadinya dirimu di masa depan, dan karena yang bisa kalian bangun bersama sebagai keluarga yang berperan baik di masyarakat.

Jadi kalau gitu, apakah saya akan selesai galau kalau sudah belajar dan bekerja untuk menjadi pria kebanggaan wanita dan keluarga saya?

Ya. Kegalauanmu mengenai kekuranganmu sendiri mungkin selesai. Tapi jika engkau orang yang penting bagi Tuhan, engkau akan tetap dibuat galau di atas keberhasilanmu – atas penderitaan dan kelemahan saudaramu yang lain.

Jadi, galau itu gak pernah selesai ya Om?

Memang.
Galau tahap pertama, adalah galau tentang dirimu sendiri. Dan galau tahap kedua, adalah galau tentang kerinduanmu untuk membahagiakan sesamamu.

Terima kasih Om. Super! Nah sekarang, mengenai galau yang lain?

Ooh … tidak bissaaaa …?!
Itu nanti saja. Saya sudah ditunggu Ibu Linna. Saya harus segera datang, bukannya takut kepada wanita kecil itu… tapi cinta …

He he he … Om Mario ini unyu-unyu …

wk wk wk …

Khoq tumben Om?

Tumben apa?

wk wk wk …?

Ya, ababil tua!

Mario Teguh – Loving you all as always

Taken from Mario Teguh’s Facebook Fan Page

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s