Setelah Sembilan bulan berkutak secara malas-malasan pula dengan novel yang satu ini, akhirnya selesai juga melahapnya, hahahaaaa….. udah beberapa bulan yang lalu sih selesainya cuma baru sempat ngepost sekarang. Semakin jauh gue buka lembar demi lembar halamannya, ternyata tidak sebosan saat di awal gue membacanya, it was fun, bagus, seru dan lucu.

As I know, ini adalah novel berseri ke dua dari si out of the blue Andrea Hirata setelah Tetralogi Laskar Pelanginya yang fenomenal itu. Masih bercerita tentang si anak Melayu yang keriting dan kontet, Ikal. Cerita dalam novel dwilogi ini random tetapi alurnya tetap berjalan ke depan (lanjutan cerita dari seri Maryamah Karpov) tapi tetap ada pula moment-moment flash backnya.

Cover Dwilogi Padang Biulan

Padang bulan diawali dengan kisah Enong saat masih kecil, wanita pertama pendulang timah yang terpaksa harus kerja dari masih usia sekolah dasar karena ditinggal meninggal ayahnya (kayak kisahnya Lintang ya). Sekolah ia tinggalkan demi untuk menghidupi diri sendiri, ibu dan ketiga orang adiknya. Ia adalah wanita hebat yang kuat, yang terus berjuang dalam hidup, pantang menyerah dan tidak mengalah pada nasib. Banyak yang meremehkan kemampuannya karena ia adalah seorang wanita, tapi ia tetap terus berjalan meski sering kali tersandung dan bahkan terjatuh.

Tapi cerita tentang Enong hanyalah selingan di antara cerita utama tentang Ikal yang jatuh cinta secara gila-gilaan pada gadis Tionghoa bernama A Ling, gadis impiannya yang sangat disukai sejak kecil. Ia bahkan lebih memilih A Ling dibanding ayahnya sendiri yang tidak menyetujui hubungannya dengan A Ling. Ikal berusaha segala cara agar A Ling dapat kembali padanya dan disetujui oleh ayahnya.

Seri ke dua yaitu Cinta di Dalam Gelas lebih bercerita tentang kopi dan catur, walaupun masih tetap ada juga cerita usaha-usahanya Ikal dalam merebut A Ling kembali. Ikal yang bekerja di kedai kopi milik pamannya itu berfilosofi tentang kopi dan menilai serta membaca karakter orang-orang sekitarnya dari segelas kopi yang sering diminum para orang Melayu tersebut. Kopi adalah sebuah cinta dalam gelas bagi orang-orang Melayu.

Bercerita juga tentang Enong yang bernama asli Maryamah yang sedang berusaha keras belajar catur demi untuk mendapatkan gelar juara pada kejuaraan catur yang merupakan kejuaraan paling bergengsi di kampungnya setiap bulan Agustus dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI.

Enong yang bahkab gerak pion pun tidak tau seperti apa mempelajarinya dari dasar, sampai akhirnya ia menjadi pemenang dalam kejuaraan itu, mengalahkan para peserta yang semuanya adalah laki-laki. Ia diremehkan karena ia seorang wanita yang sudah pasti tidak bisa apa-apa. Ia memenangi kejuaraan itu dengan bantua Ikal, dan kawan-kawannya lalu mendapat julukan Maryamah Karpov.

Selingan dikit ya, ini yang gue pertanyakan dari bukunya Andrea Hirata; buku terakhir tetralogi Laksar Pelangi judulnya Maryamah Karpov tapi padahal nggak ada cerita yang menceritakan tentang si Maryamah ini, baru di seri ini cerita tentang Maryamah dari masih Enong sampai mendapat julukan Karpov di belakang namanya.

I recommended this book to be read. Cinta dan usaha yang tanpa henti, tak berujung, terus berjuang dan diperjuangkan. Kalau kita berusaha, terus maju, pantan menyerah, yakin pada diri sendiri, kita pasti bisa dan berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan dan telah kita perjuangkan.

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s