The title above is a book title of Primadonna Angela yang merupakan seorang penulis teenlit. Bercerita tentang Belinda, cewek usia 25 yang merasa belum mempunyai dan mencapai apa-apa di usia seperempat abadnya. She’s a Plain Jane, cewek biasa-biasa aja dengan pekerjaan yang biasa-biasa aja juga ditambah lagi statusnya yang jomblo karena diputusin pula. Ia merasa tidak punya apa-apa; a looser, she thought. Tapi ia mempunyai mama dan papa yang sayang sekali padanya, terlebih mamanya yang care banget, pintar masak dan super cantik. Terkadang ia merasa minder oleh mamanya sendiri yang lebih cantik daripadanya. Belinda juga punya seorang sahabat yang pengertian banget sama dia, mereka bersahabat sejak kecil. Ia merasa Ine, sahabatnya itu lebih beruntung dalam hal pekerjaan dan percintaan. 

Di saat ia merasa terpuruk akan status singlenya di usia 25, segala macam pertanyaan tentang pernikahan, pekerjaannya yang kurang menjanjikan dan kondisinya sekarang yang biasa-biasa aja, mama, papa dan Ine selalu bisa membuatnya tetap berdiri. Ia juga belajar bahwa ia harus berani menghadapi dunia termasuk semua ketakutan-ketakutannya.

That’s the story told about.

Awalnya gue ke Gramedia pengen cari buku yang judulnya 86; pertama karena judulnya unik, ke dua karena itu tahun lahir gue, heheee… dan ke tiga karena salah satu kategori tantangan bacaan yang gue ikutin untuk baca buku yang harus ada angkanya di judulnya. Ketemu deh tuh buku, tapi ngelirik ke barisan sampingnya eh ada buku yang judulnya koq ngena banget nih kayaknya, Quarter Life Fear. Bingung mau beli yang mana, then I decided to buy the second choice, lagian juga kalo dipikir-pikir quarter kan juga angka ya; seperempat, ¼, berarti bisa dong masuk kategori, heheee…kalo nggak ya nanti beli lagi deh si 86 itu.

Anyway…kenapa gue ngerasa “kena” banget sama judulnya, ummm…maybe I feel that way, hahahaaa…dan setelah gue baca bukunya sampai selesai, yupz…I feel that way. I’m not 25 yet but I’m going to be that in the next couple months. I’m a Plain Jane, kerjaan juga biasa aja, gitu-gitu aja, even the worst is gue jobless sekarang, huaaaaaahhhhhh….plus jomblo juga, lengkaplah sudah. Nasib kita sama, Belinda, weittsss…..tapi gue nggak diputusin ya, bukannya “gue diputusin” tapi “kita putus”, beda loh, hahahaaaa…..

Gue bukan siapa-siapa dan gue biasa-biasa aja, simpel sesimpel-simpelnya, cuek, even secara penampilan pun gitu-gitu aja, tapi otak tetep gue upgrade dunk, heheee… Pekerjaan udah seminggu ini jobless, pasangan juga nggak punya, beberapa teman malah menghadiahi gue lagu Januari-nya Glenn Fredly, huaaaaahhhhh…mereka memang terkadang menyebalkan, dan setelahnya ngasih gue daftar nama-nama cowok teman sekolah dulu yang katanya masih jomblo, ckckckckkkkk…maksudnya??? over perhatian kah??? hahahaaaa… So, kalo ada pertanyaan tentang apa yang udah lo dapat and punya di usia sekarang…then I’ll said, nothing. And yupz, gue peduli tapi nggak berbuat banyak untuk merubahnya.

Sama seperti Belinda, gue punya mama yang cantik dan jago masak. I love her every cooks. Dan soal cantik, dulu nih kalo ambil raport pas SMA, para wali kelas gue pasti nanya, “Ria, itu kakak kamu ya?” gubraaakkkk…padahal gue yakin kalo mereka sebenarnya udah tau dengan menanyakan langsung ke nyokap tapi entah kenapa bertanya lagi ke gue, nggak yakin kah??? hahahaaa… Dan pernah juga pas gue lagi belanja ama nyokap dan adik gue, ada salah satu penjual yang nanya, “bu, ini anaknya?” sambil ngeliat ke gue dan adik gue, nyokap mengiyakan lalu si penjual nyeletuk “kok cakepan mamanya ya”, ya…ya…ya…..

And now, dua puluh lima; quarter life a.k.a seperempat abad = girl’s syndrome, usia rawan katanya, rawan apaan??? gue taunya sayur rawanan, oooo…itu mah rawon ya, hahahaaaa…..stop-stop!!! sudahlah, jayuuzzz….. Usia 25 memang menjadi sebuah level ke dua setelah 17 dari seorang cewek, everything started here khususnya soal jodoh atau pasangan hidup. Segala macam pertanyaan baik langsung maupun tidak langsung soal pernikahan berdatangan, segala guyonan dan bercandaan pun ikut serta. Males nanggepinnya sebenarnya, biarlah berjalan apa adanya, tapi mungkin juga itu bisa menjadi suatu dorongan, hahahaaaa…

twenty-five

But, what’s wrong with being 25?? It’s not too old yet I think to get married soon, we still have time to look for the right one, or making sure that the one we already have is the right one, atau juga untuk yang masih ingin fokus di pekerjaan, yang masih ingin mengejar dan meraih yang diinginkan seperti gue, heheheeeee….. Lebih ke pandangan dan penilaian orang kali ya yang melihat bahwa 25 itu sudah cukup tua untuk masih menjalani hidup sendirian. Gue sendiripun sudah terhipnotis dengan pikiran seperti itu yang menghasilkan segala macam kekhawatiran dalam diri, dan malah jadi beban. I supposed to enjoy my life.

Apalagi kalo udah pas acara kumpul keluarga, dimulailah itu semua. “Udah ada calon belum?”, “Pacarnya orang mana?”, “Kapan nyebar undangan?”, then I’ll said “undangan sih udah siap, mau disebar tapi tinggal nunggu tanggal sama nama calon pengantin prianya masih kosong”, hueheheheheeee…preeeetttttt….. Kalo ada Wedding Organizer yang udah nyediain plus ama calon pengantin prianya boleh lah tuh, khakakakakakkkkkkk….. Atau nggak nyokap gue yang dijadiin sasaran “kapan mantu?”, untunglah dia bisa jawab dengan bijak atau nggak tetap malah dilempar lagi supaya gue yang jawab, huuuufffffhhhhhh…..

Punya pacar sih enak tinggal jawab dengan santai “iya nih tinggal nunggu dilamar aja”, hahahaaaa…setidaknya bebannya nggak terlalu berat lah, but now I just smiled. Paling enak sih adik sepupu gue yang umurnya dua tahun di bawah gue, kalo ditanya tentang itu dengan nyantainya dia jawab “teteh Ririe dulu” langsung gue nengok ke arah dia dengan tatapan dan mimik “maksudnya???”, lalu berpindahlah pertanyaan itu ke gue “Ririe kapan dong?”, dan gue cuma bisa senyum sambil nyari-nyari nama di atas gue yang bisa dijadiin tameng sebagai jawaban, tapi percuma karena nama gue lah yang ada di daftar paling atas keluarga untuk ke jenjang selanjutnya, oh no…I just realized that.

25 dan segala macam ketakutan dan kekhawatiran tentang pasangan, jodoh dan pernikahan. Teman gue pernah bilang bahwa justru kekhawatiran itu muncul berlebihan pada cewek di usia-usia ini dibandingkan yang berusia kepala tiga ke atas yang masih single, hmmmmm…but I won’t be that.

So, what should we do? What should I do? Menunggu, mencari atau pasrah kah??? hahaaa… Gue jadi merasa khawatir akan diri gue sendiri, ketakutan-ketakutan itu semakin bermunculan seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, nggak pengen terlalu memikirkannya tapi selalu memenuhi pikiran gue. Yupz, time is flying…and isn’t it pathetic that time passes quickly while we’re too busy in taking breath??? Ooohh…gue nggak akan membuang waktu yang berharga dengan percuma, I need to make a change, fight for my own life and the future. Kita harus percaya pada Allah bahwa semua pasti akan indah pada waktunya, bahwa Ia sudah mempersiapkan yang terbaik untuk kita. Seperti Belinda yang pada akhirnya menemukan kebahagiannya.

About ririey2008

I'm just who i am

3 responses »

  1. ethy says:

    wakakakkk..pengalaman pribadi yg hampir dialami stiap cewe khususnya pd level tsb. called “DILEMA phase chp.2”.
    s7 don’t worry too much, but u have to keep encourage to be better in d future, include about a man, finding ur soulmate. remember Allah already wrote our destination (d greatest n amazing live creator) but won’t change human lives, if they wouldn’t do any efforts.
    anyway my comment:
    between paragrp 3 n 4, t’lalu brasa loncatnya rie. mgkn perlu prosa pngantar/sjenisnya (hehhhh…sok tahu ya). atau note “inspired from…”
    then, tambahn donk image-nya u/ m’perkuat atmosfir story tulisan kamu rie…(mis: foto mama n kamu…, PD az kan..??..^_^)

  2. ririey2008 says:

    heheee…ok deh, thank’s ya mba😉
    btw, klo aq taro foto qt b2 bisa kliatan bnrn aku kalah cakep ama nyokap, hahahaaa….

  3. janoko arjun says:

    haha,
    funny to read it, but… our best soulmate inside heart…
    find it with your smile…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s