It’s February, the month of love because of Valentine’s Day, but we’re not going to talk about that V-day, you can google it then you’ll find many articles about that, heheee…

Cinta, satu kata berjuta makna, hahaaa… It’s a complicated thing. Cinta terhubung dengan perasaan, sesuatu yang dirasa, dialami dan sesuatu yang abstrak. Seperti angin, you can’t touch it, you can’t see it but you can feel it.

Selain perasaan juga dibutuhkan pikiran dalam cinta, ya…logika cinta. Perasaan nggak bisa berjalan sendiri tanpa logika berpikir. Cinta itu buta, nggak mengenal orang, waktu, tempat, status, usia, ia tidak bisa melihat dan langsung menuju ke hati, makanya kita butuh pikiran sebagai mata. Cinta hanya bisa merasakan tanpa tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah, makanya kita butuh logika berpikir untuk bisa mencernanya.

Gue… cenderung ke logika berpikir yang harus lebih dipakai, dan sepertinya logika berpikir gue lebih mendominasi daripada perasaan, heheee…gue lebih banyak memikirkan perasaan itu daripada merasakannya sendiri.

But then I read one of my friend’s notes on facebook, he wrote: “terkadang orang berfikir masalah cinta selalu dihadapkan pada masalah logika berfikir, tapi sesungguhnya cinta itu tidak mengenal logika, cinta itu erat kaitannya dengan perasaan, bagaimana caranya memuliakan hati agar tidak dapat dibutakan oleh fikiran”, kurang lebih seperti itulah kata-katanya.

Then I thought…iya juga sih ya, kebanyakan berpikir daripada lebih merasakan perasaan itu sendiri terkadang bisa merugikan diri sendiri. Time is running, we shouldn’t have wasted time by thinking it too much. Jadi, ya…gimana caranya memuliakan hati agar tidak dapat dibutakan oleh fikiran? Seharusnya lebih membiarkan perasaan itu mengalir seperti air di sungai yang walaupun ada bebatuan besar atau kecil menghalangi ia tetap mengalir. Seperti kata Chloe dan Jimmy, “when the right comes, you can feel it”, you will…so just feel it.

Tapi kalau lebih mengunggulkan perasaan daripada logika juga bisa terjerumus dan menyakitkan. Terlalu terbawa perasaan juga nggak baik, perasaan itu egois, nggak peduli pada apapun dan siapapun. Bagus kalo terbawa perasaan yang baik dan benar, gimana kalo terbawa dalam perasaan yang salah?? Biasanya sih love at the wrong time or wrong person or both of them, it’s painful, atau cemburu buta yang berlebihan. Itu bakalan nyakitin perasaan orang lain dan diri sendiri kalau kita terlalu terbuai pada apa yang kita rasakan.

We need to think, logika tetap harus dipakai dalam merasakan cinta agar bisa lebih memaknainya. Tapi terkadang orang sudah berpikir dan tahu kalau itu salah, cuma karena sudah terbuai dalam keegoisan perasaan cinta atau keegoisan diri sendiri mereka tetap pada yang salah itu, jadi bagaimana juga caranya agar logika berpikir tidak dikalahkan oleh perasaan?

Cinta memang sesuatu yang indah yang hanyalah harus dirasakan, cinta tak punya logika tapi kita punya dan kita butuh itu sebagai pengingat, sebagai pemberitahu, sebagai rem jika perasaan itu mulai salah dan tidak seharusnya.

Cinta; lebih menggunakan logika atau perasaan? Semua itu tergantung pada pribadi masing-masing. Tapi alangkah indahnya kalau perasaan dan pikiran itu saling melengkapi untuk saling mengingatkan, fifty-fifty lah…rasakan dan nikmati sepenuhnya cinta itu tapi tetap gunakan logika berpikir untuk mengatur dan memaknainya agar terasa lebih indah.

About ririey2008

I'm just who i am

2 responses »

  1. Pendapat dan pemikiran Anda cukup bagus. Jika cinta itu bisa di pelajari, maka tidak ada salahnya kita belajar dan mengerti cinta itu. Cinta harus di sertai logika bukan hanya perasaan, cinta yang mengikutsertakan bermain nya logika membuat hubungan semakin ideal dan saling menguntungkan. Contohnya: Dalam suatu hubungan salah satu pihak selalu merasa dirugikan karena hanya memakai perasaan tanpa logika. Lebih baik belajar untuk dapat menjalin sebuah hubungan yang ideal sehingga kedua belah pihak tidak saling merasa dirugikan.

    Salam revolusi cinta,
    HitmanSystem.com
    Pusat Konsultasi & Edukasi Cinta Terpercaya di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s