Firstly gue mau ngucapin Happy New Year…Selamat Tahun Baru 2011, may this year be great for us all. Di akhir tahun 2010 dan menjelang datangnya 2011, Indonesia telah diberikan sebuah kado yang indah dari para laskar timnas Garuda sepakbola Indonesia. Memang bukan berupa status juara atau sebuah piala sebagai bukti fisiknya, lebih dari itu…sebuah semangat kesatuan, kebersamaan dan nasionalisme seluruh masyarakat dari bawah sampai atas sebagai bangsa Indonesia yang bersatu.

Ya, kejuaraan Piala AFF kali ini, membawa Indonesia menuju babak final dengan mulus, bisa dikatakan lumayan lancar tanpa hambatan besar. Di babak penyisihan Indonesia menang 6-0 melawan Laos dan menang 5-1 melawan Malaysia. Indonesia melaju ke babak semi final, melawan Filiphina dengan unggul agregat dua gol. Sampai di babak final, Indonesia harus bertemu dengan Malaysia lagi yang di babak semi final sebelumnya telah menang melawan Vietnam.

Babak final leg pertama diselenggarakan di Stadion Bukit Jalil Malaysia yang merupakan stadion terbesar se-Asia Tenggara. Indonesia harus mengakui kekalahannya di depan ratusan ribu supporter tuan rumah dengan skor 3-0.

Selanjutnya final leg ke dua dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Disaksikan oleh puluhan ribu supporter Indonesia yang beratribut serba merah, GBK berubah menjadi lautan merah. Dengan defisit 3 gol tapi para pemain dan penonton masih menggenggam semangat optimisme untuk menjadi juara. Indonesia tidak pernah kalah di GBK sepanjang turnamen AFF 2010.

Permainan para pemain Indonesia lebih menyerang dibandingkan bertahan, karena untuk mengejar ketinggalan tiga gol tersebut gue rasa. Para pemain kita lebih banyak bermain di depan untuk menyerang sementara pemain Malaysia lebih banyak di belakang untuk bertahan, mereka mencoba bermain aman, begitu kata komentator.

Berkali-kali shooting dari pemain Indonesia tapi berkali-kali pula bisa ditangkap oleh keeper Malaysia dan berkali-kali pula bola melesat melewati gawang. Indonesia terus menyerang tapi tetap tidak membuahkan gol sampai babak pertama habis. Bahkan hadiah penalti akibat handball pemain Malaysia pun gagal dieksekusi oleh kapten timnas Indonesia Firman Utina. Mental memang diuji di sini, bukan hanya para pemain tapi juga mental para penontonnya.

Penyerangan Indonesia berlanjut di babak ke dua, tapi karena keasyikan menyerang kayaknya mereka malah lupa untuk bertahan, alhasil kita kebobolan satu gol oleh penyerang Malaysia. Melihat ini gue jadi teringat Piala Dunia Juli 2010 yang lalu di babak perdelapan final antara Inggris dan Jerman. Karena asyiknya menyerang, Inggris lupa untuk bertahan sehingga kebobolan 4 gol.

Tapi gue rasa berbeda dengan kita, saat itu Inggris memang kalah strategi bermain dengan Jerman. Sedangkan kita, dengan strategi dan performa yang hebat dari para pemain, kebobolam satu gol itu hanya sebuah kelalaian yang tidak akan terulang lagi.

Terbukti, para pemain kita berhasil membobol 2 gol ke gawang Malaysia dari tendangan Nasuha dan Ridwan, sementara Malaysia tidak dibiarkan lagi mengimbangi skor 2-1 yang bertahan sampai waktu berakhir.

Yup, kita memenangkan final laga ke dua tapi Malaysia lah yang juara dengan unggul selisih dua gol dari kita. Sama seperti Belanda yang berjalan dengan mulus melewati lawan-lawannya menuju final World Cup 2010, tidak pernah kalah tetapi harus mengakui kekalahannya dari Spanyol yang saat di pertandingan pertama babak penyisihan pernah kalah.

Sama juga seperti saat Bulgaria melawan Irlandia di final piala Quidditch (Harry Potter And The Goblet Of Fire) *loh koq*, saat itu seeker Bulgaria berhasil menangkap Snitch yang bernilai 150 point yang seharusnya penanda kemenangan dan berhentinya permainan tapi malah Irlandia yang menang karena mereka telah lebih banyak memasukkan quaffle ke gawang lawan dan unggul lebih dari 150 angka, hahahaaaa….koq jadi nyambungnya ke cerita Harry Potter ya??? gak apa-apa lah, nyerempet-nyerempet dikit koq case’nya😀

Seperti kata Bepe di blognya, “Football is an unpredictable thing. Some result will make you shock, but that’s the thing that makes it passionate, the mystery in it”. Bola itu bundar dan apapun bisa terjadi, sepak bola memang menyimpan misteri. Indonesia menang tanpa gelar juara. Kita harus puas dengan posisi runner-up. Tapi gue yakin mereka tetaplah juara di hati masyarakat Indonesia, permainan dan performa mereka yang terbaik, hanya saja dewi fortuna belum berpihak pada kita. We have prayed, they’ve played well, it’s just that luck isn’t with us, seperti itulah yang gue tulis di twitter gue.

Dan gue juga salut sama supporter Indonesia yang tetap mendukung penuh para pemain walaupun tidak juara. Semangat terus, kawan-kawan!!!

 

Irfan Bachdim => @irfanbachdim10

We beat them twice!! Its not enough to win the cup. But we are the BEST of the whole tournament! And our supporters are the best!!

Im so proud of the Indonesian supporters! You are all great! Really the best supporters of the world!! Im proud of you all and to be a Indo!

 

Bepe => @bepe20

Ternyata 6 kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trophy itu saudara-saudara.. Tetap Semangat…!!!

“Kami memang tidak juara, akan tetapi semoga kami mampu memenangkan hati rakyat Indonesia”.. Selamat pagi dan selamat beraktivitas..

 

Arif Suyono => @arifsuyono

trim for dukungan,doa…teriakan,tangisan..terima kasih untuk semuanya..aku bangga pada kalian smua denga segala hormat saya…

Meleburnya jabatan,kedudukan d gbk..menjadi satu kata…INDONESIA

 

Bustomi => @bustomi_19

Sebagai manusia kita sudah berusaha & berdoa tp tetap Alloh yg menentukan……..!!!!!terima kasih semuanya aq bangga menjadi orang INDONESIA

 

Okto Maniani => @okto_maniani

Penghormatan sebesar2nya utk para suporter yg sangat luar biasa mendukung kami.Terima kasih tmn2,mohon maaf kami blm bs memberi yg terbaik

Dukungan yg luar biasa dr para suporter merupakan kehormatan bagi kami.tim kita yg terbaik,suporter kita yg terbaik.

 

Firman Utina => @firmanutina15

Terimakasih suporter setia Indonesia. Berkat dukunganmu dan semangatmu kami bisa menjadi Runner-up,walaupun belom bsa menjadi juara.

Saya anggap “Kekalahan kemarin malam adalah kemenangan yang tertunda”

 

 

Skuad Indonesia di AFF 2010 :

Kiper: Markus Horison, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga, Made Wirawan

Bek: Zulkifli, Benny Wahyudi, Ricardo Salampessy, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Yesaya Desnam, M Roby, M Nasuha, Slamet Riyadi

Gelandang: M Ridwan, Arif Suyono, Toni Sucipto, Firman Utina, Eka Ramdani, Ahmad Bustomi, Hariono, Johan Juansyah, Oktovianus Maniani, Octavianus

Penyerang: Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Yongky Aribowo, Dendi Santoso

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s