Hmmm…abis baca beberapa tulisan di berita-berita online mengenai pertarungan sengit antara Rossi dan junior mate’nya Lorenzo kemarin di Motegi. Inilah beberapa statement mereka yang saya ambil dari detik & vivanews.

Lorenzo

“Ini adalah perang besar antara Valentino dan saya, dua prajurit dengan insting pembunuh. Saya harus katakan, di beberapa kesempatan saya menilai dia tidak sepenuhnya sportif,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Autosport.

“Pertunjukan seperti itu bagus untuk bisnis olahraga ini. Orang-orang menikmatinya. Tapi, ketika Anda menunggangi motor MotoGP hingga 300 km/jam di trek lurus dan di tikungan 200 km/jam, dan Anda merasa rider lain menyentuh Anda, itu bukan perasaan bagus karena Anda merasa nyawa Anda dalam bahaya,” kilah Lorenzo.

“Saya pikir itu caranya bersaing. Pernah terjadi kepada (Sete) Gibernau, (Casey) Stoner dan sekarang saya. Mungkin di masa depan rivalnya akan marah dengan apa yang biasa dia lakukan,” tutup Lorenzo.

Rossi

“Saya menikmati pertarungan sengit dengan Lorenzo. Senang rasanya bisa menemui lawan yang bisa memberi perlawanan,” kata Rossi di jumpa pers pasca balapan seperti dilansir ESPN.


“Tapi yang paling penting kini saya bisa kembali naik podium,” tambahnya lagi.

“Pertama-tama, sangat penting untuk kembali ke podium, tapi ini adalah posisi ketiga yang sangat menyenangkan,” ujar Rossi di Autosport.

“Sayangnya, pada awal-awal balapan Jorge menyalip saya, motor kami melebar dan kami kehilangan waktu karena dia tak terlalu cepat. Saya lalu kehilangan kontak dengan Casey (Stoner) dan Andrea (Dovizioso).”
“Ketika saya berhasil kembali ke depannya, saya sudah tertinggal 1,6 detik dan jarak itu tetap sama sampai akhir balapan.”

“Di akhir balapan, pada lap terakhir saya merasa sangat lelah dan motor saya mulai banyak slide. Lalu, Jorge datang lagi dan dia lebih cepat dari saya. Kami pun mulai berduel dengan beberapa kali saling melakukan overtaking yang bagus.”
“Saya san
gat menikmatinya, dan saya harus memberinya selamat untuk duel yang hebat,” tandasnya.

Memang race yang menegangkan, jantung gue sampe deg-degan waktu ngeliat motor mereka saling beradu, dua kali. Rossi start di posisi ke dua, Lorenzo ke empat, begitu start Lorenzo udah ada di depan Rossi, menurut gue pribadi di sini emang keliatan Lorenzo ngebut banget, pastinya supaya nggak dibalap Rossi dan mau ngejar dua rider yang di depannya juga, Stoner & Dovizioso. Tapi begitu juga Rossi yang terus ngebuntutin Lorenzo, nggak mau sampe Lorenzo kabur terlalu jauh dari dia.

Akhirnya Rossi berhasil ngebalap Lorenzo dan pertahanin posisinya itu sampai 3 lap terakhir.

Nah, di 3 lap terakhir ini lah klimaksnya, dua-duanya emang keliatan ngotot ngebawain tunggangannya, sama-sama nggak mau kalah untuk ngerebutin podium ke tiga lah pastinya. Lorenzo sempet ngembil alih posisi 3 Rossi tapi nggak dikasih waktu lama-lama cuma berapa detik langsung direbut lagi ama Rossi. Lorenzo mau takeover Rossi lalu terjadilah persenggolan antara motor mereka berdua, dan dua kali pula, Rossi di dalam sementara Lorenzo di luar, gue liat emang Rossi nggak mau kalah dia terus memacu tunggangannya sampai akhirnya Lorenzo tertinggal, Rossi tetap di posisi 3 sampai garis finish.

Emang keliatannya mereka nggak peduli sama resiko tabrakan dan jatuh, pokoknya dua-duanya ingin menang, nggak mau sampai kalah dari yang lain. Banyak perdebatan mengenai manuver Rossi yang katanya membahayakan, seperti halnya statement mereka di atas, para fans dari masing-masing pembalap pun saling menyalahkan dan membela. Kubu dari tim Lorenzo sendiri pun kecewa dengan Rossi yang katanya seharusnya dia tidak bermanuver seperti itu yang akan membahayakan keduanya terlebih lagi membahayakan Lorenzo sebagai calon juara dunia, hahaa…diskriminasi dunk, lagipula pejuang kan nggak boleh menyerah.

Menurut pendapat gue pribadi, yang merupakan fans dari the doctor, hehee…manuver Rossi emang keliatan bahaya tapi gue yakin dia bertindak seperti itu karna dia mampu dan yakin dia bisa dan nggak akan terjadi apa-apa dengan dia ataupun Lorenzo, lagipula memang dua-duanya sama-sama ngotot koq ngebawain tunggangannya, jadi kenapa harus saling menyalahkan.

Ini bukan soal kecurangan atau ketidaksportifan, tapi lebih ke kompetensi dan mentalitas, di sinilah mental keduanya diuji, siapa yang lebih berani dan mampu dialah yang lebih unggul. Rossi sendiri pernah menyatakan di buku Autobiografinya sendiri kalo gaya balap dia memang agresif. Kejadian sebelum-sebelumnya dengan Gibernau dan Stoner pun sama, saat itu keduanya memang sama-sama ngotot tapi mental Rossi lah yang lebih tebal sampai jadi dia lah yang menangin battle.

Ayolah Lorenzo, katanya udah dewasa dan lebih matang, so act like an adult, jangan manja gitu! baru dipepet Rossi aja udah ngeluh, lebih bahaya dan menegangkan lagi waktu duel sama Stoner di Laguna Seca kalo menurut gue, Rossi-Stoner waktu itu sepanjang race loh, ini cuma, yaah…3 lap doang. Rossi muda aja pernah disikut di trek lagi balapan ama Biaggi, tapi dia fine-fine aja, padahal itu lebih jelas sebuah pelanggaran.

Gue yakin kalo Lorenzo ada di posisi Rossi, berpikiran seperti Rossi dan punya kesempatan untuk bisa mengungguli, dia juga pasti akan berbuat hal yang sama karna ingin jadi pemenang, jadi terima aja lah nggak usah nyalahin gitu!!! Inget gak waktu duel Simoncelli-Bautista di Jerez 2008 kelas 250 cc, sama kan…dua-duanya ngotot sama-sama mau jadi pemenang sampai akhirnya mereka berdua jatuh, ya seperti itulah, nggak mungkin kan ada yang mau kalah apalagi mengalah.

Hal kayak gini juga pernah terjadi sama Pedrosa dan Hayden di musim 2006, waktu itu mereka satu tim di Repsol Honda , saat itu juga title juara dunia sudah akan berada di tangan Hayden, tapi Pedrosa yang ada di belakang Hayden yang nggak mau kalah terus melaju tunggangannya sampai akhirnya bersentuhan dengan Hayden dan akhirnya mereka jatuh dua-duanya padahal saat itupun gelar juara dunia sudah di depan mata Hayden, case’nya sama aja kan, dan memang rider manapun nggak ada yang mau sampai kalah apalagi mengalah walaupun sama rekan satu tim dan dalam kondisi dan saat seperti apapun.

Mereka sama-sama ngotot koq hanya saja kemudian mungkin Lorenzo nggak berani karna dia nggak mau mempertaruhkan gelar juara dunianya yang udah di depan mata, kalo sampai jatuh kan ponit’nya bisa tetap sama ama sebelumnya, kalo bukan karna point dan title yang udah dekat dia juga pasti berbuat nekat terus memacu tunggangannya dan nggak mau kalah dari Rossi, jadi kenapa Rossi harus dipersalahkan???

Hehee…maaf ya kalo terlalu subjektif, cuma mau ngeluarin semua unek-unek aja gara-gara abis baca statement’nya Lorenzo yang kayak gitu, huuuhhh…

Hehee…sekali lagi maaf ya kalo ada pihak-pihak yang tidak terima dengan pendapat saya pribadi.

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s