One word for this movie; Awesome. Semua orang pasti berpendapat sama ama gue tentang film satu ini. Masih bertengger di puncak box office US, Inception yang disutradarai oleh Christopher Nolan ini sudah berhasil menanamkan suatu ketertarikan yang luar biasa di pikiran para penontonnya, termasuk gue ^.^ they got incepted us, lol.

Released on July 16th, 2010 and I’ve watched it twice, nggak bosen malah ketagihan dan gue mau banget nonton untuk yang ketiga, keempat bahkan yang kelima kalinya, hahaa…

Berkisah tentang Extractor (pencuri ide melalui mimpi) yang handal yaitu Dom Cobb diperankan oleh Leonardo Dicaprio yang gagal dalam misinya mencuri ide dari Saito (Ken Watanabe) yang lalu menawarkan sebuah misi baru yang justru bertolak bekalang dengan apa yang selama ini ia kerjakan, kali ini ia harus menanamkan ide dengan imbalan kebebasan dan kembali bersama anak-anaknya, sebuah misi yang menurut teman-temannya tidak mungkin dan sekalipun mungkin akan sangat sulit sekali, begitu menurut Arthur rekan kerjanya yang diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt.

Untuk itu Dom bersama teman-temannya: Arthur, Eames (Tom Hardy), Ariadne (Ellen Page), Yusuf (Dileep Rao) dan Saito menyusup ke alam bawah sadar Fischer (Cillian Murphy) untuk menanamkan ide menghancurkan kekuasaan ayahnya. Mereka merencanakan 3 tingkat mimpi dan untuk itu memerlukan obat penenang yang extra sekali. Tingkat pertama adalah penculikan Fischer, tingkat kedua mempengaruhi Fischer kalau alam bawah sadarnya telah dimasuki sekelompok orang jahat, tingkat ketiga bertempat di pegunungan salju hasil kreasi Ariadne untuk memperlihatkan kepada Fischer apa yang ayahnya inginkan darinya, dan tidak disangka-sangka yang seharusnya ini adalah tingkat final tidak berjalan mulus karena campur tangan Mal, mendiang istri Dom yang juga proyeksi alam bawah sadarnya yang selalu saja menghacurkan misi Dom, mereka harus masuk lebih dalam lagi menuju level 4 yang bisa disebut juga sebagai Limbo, tempat pembuangan terakhir alam mimpi.

Insepsi ini ternyata pernah dilakukan oleh Dom kepada mendiang istrinya sendiri, teman-temannya tidak ada yang tau kecuali Ariadne, saat itu ia gagal hingga membuat istrinya jadi terus berpikir kalau dunia yang ia jalani tidaklah nyata, ide yang Dom tanamkan itu terus terbawa sampai ke dunia nyata sampai akhirnya ia bunuh diri.

Saito yang meninggal di level ketiga terlempar ke Limbo, Dom menyusul untuk menyelamatkannya dan berhasil. Mereka semua berhasil sadar dan berada di pesawat yeng sedang membawa mereka ke LA, Dom kembali ke rumah untuk menemui anak-anaknya.

Yang menjadi pertanyaan para penonton adalah apakah Dom sudah berada di dunia nyata atau masih bermimpi. Karena ketika ia memutar totem milik istrinya benda itu terus berputar, hampir mau jatuh tapi masih terus berputar tapi teralihkan dengan Dom yang mendekati anaknya dan selesai, jadi kita semua nggak tau apakah totem itu terus berputar atau berhenti. Totem adalah sebuah benda milik si subjek untuk membedakan apakah ia berada di dunia nyata atau mimpi, karena di dunia mimpi totem itu akan terus berputar dan nggak akan pernah jatuh.

What a great movie, one of best movie of the year. Konsep yang dibuat oleh Chris Nolan amazing banget menurut gue, gue udah dua kali nonton film ini, bukan karena nggak ngerti tapi pengen tau teori dari konsep dream within a dream ini. Dari awal film ini mulai aja, scene pertamanya itu udah bikin kita terbengong-bengong, nggak nyangka, unexpected, Out Of The Box lah, great. Dan mengenai scene terakhir apakah Dom sudah kembali ke realita atau masih bermimpi, menurut teori gue pribadi, kayaknya si Dom masih mimpi deh, karena totemnya terus berputar walaupun agak-agak mau jatuh tapi langsung dialihkan sih, dan anaknya kelihatan masih segitu aja sama dengan yang dulu dia tinggalkan, dan ada adegan saat Dom nerima telepon dari anak-anaknya, di situ salah satu suara anaknya terdengar udah agak besar, hmmm…tapi itu cuma sekedar teori gue loh, nggak tau benar apa nggak.

Di forum facebook fan page Inception banyak yang berpendapat kalau itu adalah nyata banyak juga yang berpendapat kalau Dom masih mimpi, tentunya dengan alasan mereka masing-masing, tapi ada juga yang berpendapat untuk nggak usah mencari-cari jawabannya karena sang sutradara pasti memang sengaja membuat pertanyaan di akhir cerita, hahaa…yah of course pendapat boleh koq beda-beda, yah pokoknya di luar itu semua film ini tetap luar biasa.

Yah, kayaknya gue udah kena inception nih ama mr. Nolan, bikin gue pengen terus dan terus nonton ini film, ada yang bilang nonton film ini butuh konsentrasi tinggi, mungkin iya tapi lama-lama gue pikir kalo kita nontonnya terlalu konsentrasi juga nanti malah ada beberapa bagian yang bikin kita jadi kelewat, terlalu terpaku dengan satu bagian bikin bagian yang lain jadi lewat, jadi santai aja ikutin alur cerita.

Yupz, film ini memang complex, ada yang cukup nonton sekali karena bikin rumit, ada yang juga nonton berkali-kali because they want to find it out, like me, hahaa…ada juga yang nggak pengen nonton karena udah tau kerumitannya, it’s all up to you guyz. Tapi gue setuju kalau film ini dinobatkan jadi salah satu best movie of the year, I really love this movie, great ^.^ .

Maaf ya gue nggak pandai-pandai banget mereview film, hehee…jadi kalo mau baca review Inception yang lebih bagus lagi dari ini, click on these :

At The Movies

Awya Ngobrol

Labirin Film

Alfredo’s Blog

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s