Gue suka banget sama film satu ini. Berkisah tentang seorang anak yang mencari orang tuanya dengan menggunakan musik. Evan Taylor, usia 11 tahun yang tinggal di panti asuhan sejak ia lahir. Ia selalu bisa merasakan kehadiran musik di sekitarnya, dari apa saja, dari mana saja. Ia percaya kalau orang tuanya dulu saling bertemu karena musik, ia pun percaya kalau musik pula yang akan mempertemukan ia dengan orang tuanya.

Gue suka kata-katanya Evan, prolog di awal cerita :

Listen! Can you hear it? The music. I can hear it everywhere, in the wind, in the air, in the light, it’s all around us. All you have to do is open your self up! All you have to do is listen! Where I’ve grown up–they tried to stop me from hearing the music. But when I’m alone, it builds up from inside me. And I think if I could learn how to play it, they might hear me, they would know I was theirs and find me. Sometimes the world tries to knock it out of you, but I believe in music…the way that some people believe in fairy tales. I like to imagine that what I hear came from my mother and father. Maybe the note I hear…are the same ones they heard the night they met. Maybe that’s how they found each other. Maybe that’s how they’ll find me. I believe that once upon a time…long ago…they heard the music and followed it.

Ya, kedua orang tuanya adalah seorang musisi. Ayahnya, Louis, seorang vokalis sekaligus gitaris dalam sebuah band, dan ibunya, Lyla, adalah seorang Cellist terkenal, dan…ya, mereka dipertemukan oleh musik. But then they’re separated.

Evan nggak pernah nyerah untuk bermain musik, dia terus belajar bermain musik, belajar mencari nada yang menjadi miliknya dan berharap dengan musiknya orang tuanya akan menemukannya. Ibunya pun sedang mencari-cari di mana keberadaannya. Evan kabur dari panti asuhannya, terperangkap dengan seorang musisi jalanan yang ingin menjual bakatnya sampai akhirnya ia berada di sebuah sekolah musik; Julliard. Evan sempat bertemu dengan ayahnya, tapi mereka tidak saling tahu dan kenal. Mereka duet bermain gitar di jalan.

Para guru di Julliard mengetahui bakat Evan yang berganti nama menjadi August Rush. Akhirnya August diberi kesempatan untuk tampil dalam sebuah acara konser musik yang besar di Washington, yang dalam konser tersebut akan tampil pula seorang Cellist terkenal, yaitu ibunya. August menjadi Konduktor untuk penampilan terakhir. Saat ia sedang di atas panggung, memimpin musiknya, ibunya yang sedang berjalan meninggalkan panggung setelah penampilannya berakhir balik lagi karena mendengar musik August. Ayahnya yang ternyata saat itu pun sedang tampil dengan band’nya mendatangi acara konser besar itu karena mendengar musik yang dimainkan August dan melihat nama Lyla terdaftar sebagai pengisi acara.

Mereka berdua, kedua orang tuanya mendatangi August yang sedang memainkan musiknya. Dan saling tidak menyangka kalau mereka berdua bisa bertemu di tempat itu, sama-sama melihat anak mereka sedang beraksi memainkan musiknya. Dan ya, akhirnya musik mempertemukan mereka lagi dan mereka menemukan Evan karena musiknya, seperti yang selama ini ia yakini dan inginkan.

Film ini rilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Freddie Highmore sebagai Evan Taylor / August Rush, Jonathan Rhys Meyers sebagai Louis Connelly dan Keri Russell sebagai Lyla Novacek. Film ini disutradarai oleh Kirsten Sheridan.

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s