Mahameru, puncak dari Gunung Semeru, tanah tertinggi di pulau Jawa, begitu orang-orang menyebutnya. Gunung semeru yang tingginya 3676 meter dari permukaan laut ini terletak di propinsi Jawa Tengah negara kita tepatnya di kota Malang.

Jujur gue bukanlah seorang klub pecinta alam, nggak pernah juga gabung di grup Mapala atau semacamnya tapi gue tertarik banget sama Mahameru ini, pengen banget bisa berada di puncak tertinggi di pulau Jawa itu. Gue pernah sekali-kalinya naik gunung, tahun 2004, gue dan temen-temen naik gunung Gede Pangrango dan itupun cuma sampe air terjunnya aja, nggak tau bisa disebut naik gunung apa nggak ^.^ tapi itu menarik dan bener kata orang kalo udah pernah naik gunung sekali pasti ketagihan, pengen banget bisa naik gunung lagi cuma nggak pernah ada waktu dan nggak ada kesempatan juga.

Dan kemaren gue pinjem buku punya temen gue, judulnya 5 cm karangan Donny Dhirgantoro yang bercerita tentang kehidupan 5 anak manusia yang bersahabat; 4 cowok – Genta, Arial, Zafran, Ian dan 1 cewek – Riani, gue suka ceritanya; lucu, educated dan penuh tantangan dan yang paling menarik adalah saat perjalanan mereka ke Mahameru. Gue jadi tertarik sama puncak yang ada di gunung Semeru itu. Buku ini menggambarkan kalau Semeru itu indah tapi juga mistis; banyak pendaki yang hilang di sana dan tidak ditemukan, Soe Hok Gie pun meninggal di sana karena menghirup gas beracun dari gunung tersebut, dan penuh tantangan pastinya. Buat para pendaki gunung mungkin mendaki gunung ini adalah suatu keharusan dan gue juga pengen mendakinya. Deskripsi dari Donny Dhirgantoro mengenai perjalanan Genta dan kawan-kawan menuju Mahameru sungguh menarik dan di sini gue juga mau menceritakannya; berdasarkan dari buku 5 cm-nya Donny Dhirgantoro.

Perjalanan pertama tentu aja menuju stasiun Malang dilanjutkan ke terminal bus Arjosari lalu ke desa Tumpang. Tumpang adalah gerbang masuk dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dari Tumpang pendaki naik Jipp untuk sampai di desa terakhir yang ada di atas sana; Ranu Pane. Harus naik Jipp karena jalan yang akan ditempuh bukan jalan biasa lagi tapi udah naik gunung jadi harus pakai mobil yang four wheel drive karena mobil biasa nggak mungkin bisa kuat sampai ke atas. Dalam perjalanan menuju Ranu Pane kita akan nemuiin sebuah kebun apel; yupz…apel Malang ^.^ kanan kiri jalan yang dilewati dengan jipp ini adalah jurang yang tidak ada pembatas jalannya, wuiihh…serem ya, ngeri dan dingin pun mulai terasa. Dalam perjalanan inipun akan terlihat gunung Bromo dan Mahameru pun terlihat; berdiri megah dan agung begitulah deskripsi Donny Dhirgantoro, Mahameru bukan sekedar perjalanan alam tapi juga perjalanan hati.

Dari Ranu Pane semuanya dimulai dengan melangkah. Di desa ini ada danau dan para pendaki bisa istirahat dan mendirikan tenda di Ranu Pane ini. Perjalan dimulai dari sini, menanjak dan terus menanjak sampai di tempat bernama Ranu Kumbolo yang katanya merupakan surganya Mahameru. Terdapat sebuah danau besar dengan pohon pinus dan cemara berbaris rapi mengelilinginya. Setelah Ranu Kumbolo akan dilewati sebuah bukit tinggi dengan jalan setapak yang menanjak curam membelah kumpulan ilalang liar yang tumbuh di badan bukit, banyak yang menyebut ini sebagai Tanjakan Cinta, mitosnya kalau kita terus mendaki tanpa menengok ke bawah dan selama mendaki kita pikirkan orang yang kita cinta atau kita mau maka segala mimpi tentang cinta kita akan terwujud. Sampai di puncak bukit akan terlihat hamparan padang ilalang luas sekali dengan beberapa bukit kecil memagarinya.

Setelah itu melewati sebuah hutan. Diceritakan oleh Donny Dhirgantoro kalau Genta salah satu tokoh pernah tersesat sendirian selama 24 jam di hutan ini. Ia dulu dan mereka sekarang pun merasa berjalan dan berputar di tempat itu-itu saja, sejak tadi jalan tapi yang ditemui jalan itu lagi jalan itu lagi pohon itu lagi dan pohon itu lagi sampai akhirnya mereka menemukan Edelweis yang menandakan bahwa jalan mereka tidak salah dan sudah keluar dari hutan itu. Penggambaran hutan yang mistis. Edelweis; bunga abadi yang nggak boleh dipetik karena di bawah akan diperiksa dan kalau ketahuan ngambil kita disuruh balikkin bunga itu ke tempat semula, hiiii…

Berjalan lagi akan ditemukan sebuah tempat bernama Kalimati, lembah kecil menganga seperti bekas sungai yang tak berair, terbentuk dari aliran lahar Mahameru yang dulu meletus dan terus turun ke bawah hingga membentuk seperti aliran sungai atau kali dan mati karena laharnya telah mengendap menjadi pasir. Di Kalimati ini bisa terasa Mahameru bergetar dan ngeluarin abu, hujan abu makanya harus mempersiapkan kacamata juga.

Setelah Kalimati lalu melewati Arcopodo; seperti perkampungan kecil para pendaki yang berada di ketinggian kurang lebih 3000 meter. Arcopodo berasal dari bahasa Jawa Arco atau Arca yang artinya patung dan podo yang artinya sama atau kembar. Diceritakan terdapat patung kembar di tempat ini tapi tidak kelihatan karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa tiba-tiba melihat patung itu dan ukuran patungya pun berbeda-beda menurut mereka yang pernah melihat, ada yang bilang kecil ada juga yang bilang besar sekali.

Dari Arcopodo mulai lagi perjalanan menuju puncak Mahameru. Melewati jalan kecil seperti jembatan yang menyembul di antara jurang dalam di kanan kirinya, selanjutnya berjalan vertical; mendaki. Gundukan pasir dan batu gunung berada di depan, jalannya setapak, tinggi dan berpasir, awal paling bawah pendakian puncak Mahameru, begitu menurut Donny Dhirgantoro. Bongkahan pasir kecil bahkan batu berjatuhan di sini. Dari atas situ melihat kembali ke bawah yang sudah dilewati tampak semburat jingga mengumpul di atas langit dan gumpalan awan seperti ombak bergulung, bagai lautan luas mendekati langit, luas sekali seperti tak berujung. Berada di atas awan, samudra menyentuh langit, begitu kata Genta. Lalu menanjak terus mendaki dan sampailah di Mahameru, puncak gunung Semeru, tanah tertinggi di pulau Jawa. Dari puncak Mahameru bisa melihat asap tebal keluar dari Jonggring Saloka; kawah Mahameru.

Bener-bener sebuah perjalan yang menakjubkan. Thank’s buat Ayu yang udah minjemin buku 5cm-nya ini jadi gue tau cerita menakjubkan ini dan buat Donny Dhirgantoro, dari 5 cm ini gue jadi pengen juga bisa memijakkan kaki di tanah tertinggi di Jawa itu dan gue juga pengen banget ada di the Top of Mount Bromo, pengen banget dan mudah-mudahan bisa terkabul, hopefully, amien ^.^

Tulisan ini gue buat berdasarkan desripsi cerita Donny Dhirgantoro dari bukunya 5 cm. Gue suka banget sama ceritanya makanya gue tulis untuk gue masukkin ke blog gue biar yang belum tau dan belum baca bisa baca buku ini, what a nice story and a great journey. Ceritanya berisi banget dan berwawasan. I recommended this book to read to you all, guyz.

One more thing from this book: “…begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya… “Kamu biarkan taruh di sini… jangan menempel di kening. Biarkan…dia…menggantung…mengambang…5 centimeter…di depan kening kamu….” “Jadi nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan sendiri…biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu….”

Sekali lagi, yang gue tulis di blog gue ini adalah perjalanan Genta dan kawan-kawan ke Mahameru yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro dan next time; mudah-mudahan, gue harap dan insya Allah gue akan tulis pengalaman dan perjalanan gue sendiri dan kawan-kawan dalam menapakkan kaki di tanah tertinggi di Jawa itu, amien.

Buat yang baca tulisan ini dan yang pernah atau akan mendaki ke Mahameru atau Bromo mungkin, hubungin gue ya, pliiiisssss!!!!! Gue mau ikutan ^.^ Just leave your comment n email address, ok!

Thank’s

Ririe

About ririey2008

I'm just who i am

2 responses »

  1. iyung says:

    seeru yaa…kirain dah kesono heheee…

  2. the real me says:

    ya klo ga bisa ke bromo,..km bisa kn nulis perjalanan or pengalaman berharga km.sapa tau km bisa jadi penulis terbaik dunia..hehehe..
    pisss..ah..
    numpang lwat aja..ko!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s