Cerita ini gue ambil dari salah satu buku-buku koleksi gue; Chicken Soup, tau dong pasti buku terkenal yang jadi best seller ini, dan cerita ini dari seri Chicken Soup For The Teenage Soul, penulisnya adalah Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger. Ceritanya bagus-bagus termasuk yang satu ini. Suatu pembelajaran buat para cewek atau cowok yang lagi jatuh cinta, baca ya!!!!!

Kita tak pernah kalah karena mencintai seseorang.

Kita selalu kalah karena tidak berterus terang.

Aku tak akan pernah melupakan hari pertama kali aku melihat “impian berjalan”. Namanya Susie Summers (namanya sengaja diubah untuk melindungi si dia yang menakjubkan). Senyumnya, yang berkilauan di bawah kedua matanya yang bak bintang kejora, sungguh mempesona dan membuat si penerimanya (terutama kaum pria) merasa sangat istimewa.

Memang kecantikannya mencengangkan, namun kecantikan batinnyalah yang selalu kuingat. Dia benar-benar mempedulikan orang lain dan merupakan seorang pendengar yang sangat berbakat. Selera humornya dapat mencerahkan seluruh hari anda dan kata-katanya yang bijaksana selalu pas dengan apa yang perlu anda dengar. Dia bukan saja dikagumi, melainkan juga sungguh-sungguh dihargai oleh pria maupun wanita. Meskipun dia memiliki segalanya yang dapat disombongkan, dia sangatlah rendah hati.

Tak usah dikatakan lagi, dia menjadi dambaan setiap pria. Aku pernah menemaninya masuk kelas dan pada hari lainnya aku pernah makan siang berdua saja dengannya. Rasanya seperti di langit ketujuh.

Waktu itu kupikir, “kalau saja aku punya pacar seperti Susie Summers, aku tak akan pernah melirik gadis lain”. Tapi, aku yakin bahwa gadis sehebat dia tentulah sudah punya pacar, yang jauh lebih baik dariku. Meskipun aku ketua OSIS, aku tahu aku tak mungkin menjadi pacarnya.

Jadi, saat wisuda, aku pun mengucapkan salam perpisahan kepada cinta pertamaku. Setahun kemudian, aku bertemu dengan sahabatnya di sebuah pertokoan, dan kami makan siang bersama. Dengan tenggorokan tersumbat, aku menanyakan keadaan Susie.

“Yaaah, akhirnya dia bisa juga melupakanmu”, jawabnya.

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Kamu benar-benar kejam padanya. Kamu biarkan dia memendam harapan, menemaninya masuk kelas dan membiarkannya mengira bahwa kamu tertarik padanya. Kamu masih ingat waktu makan siang berdua dengannya? Dia menunggu teleponmu sepanjang minggu. Dia begitu yakin kamu akan menelepon dan mengajaknya berkencan”.

Aku begitu takut ditolak sehingga aku tak berani mengambil risiko untuk memberitahukan perasaanku terhadapnya. Seandainya waktu itu aku mengajaknya berkencan, dan ternyata dia menolak? Apa hal terburuk yang mungkin terjadi? Paling-paling aku tak jadi berkencan dengannya. Tanpa mengajaknya pun AKU TIDAK BERKENCAN DENGANNYA! Yang lebih buruk lagi adalah bahwa sebenarnya waktu itu aku bisa berkencan dengannya.

from Jack Schlatter

Jack, terlalu takut untuk mengungkapkan perasaannya pada Susie, takut akan penolakkan, padahal ternyata Susie pun mempunyai perasaan yang sama dan ia menunggu tapi Jack tidak juga mengungkapkannya sampai hari perpisahan mereka, sangat disesalkan sekali dan yup, memang suatu kehilangan yang besar. What matter is not the loss but the regret, yeah at least just “say it”. Kehilangan itu cuma salah satu bentuk cobaan dan memang udah jadi bagian dari hidup ini, hanya bagaimana caranya agar kehilangan itu nggak bikin kita jadi berlarut-larut dalam kesedihan yaitu keikhlasan, and in this case it’s honesty.

So, buat kalian yang sedang atau pernah mengalami hal kayak gini, biasanya sih anak-anak sekolah nih, heheee…..say it!! Jangan sampe menyesal, siapa tau aja si dia juga punya perasaan yang sama, kan sayang kalau sampai terlewatkan. Declare your love before it’s too late, before you got regretted.

About ririey2008

I'm just who i am

8 responses »

  1. jyuugatsu09 says:

    gw rasa seh ga cuma anak-anak sekolah ko.yang dewasa juga pernah ngrasa kaya gitu..Kadang kita sadar kebenaran kadang menyakitkan.tpi berusaha untuk jujur takut di tolak,ga ngungkapin kita ga tau dia kaya gmn?.Toh kita harus percaya Jodoh.walaupun sekarang dia bukan milik kita suatu klo jodoh dia pasti kembai kadang kita.So tergantung keberanian hati kita untuk berusaha yakin sama diri kita sendiri…Jadi semua tergantung dari diri kita

  2. ririey2008 says:

    it’s better to let it out than you keep it by yourself (esp. for boys) ntar nyesel sendiri klo ternyata lo b2 punya perasaan yg sama, kan sayang kalo sampai terlewatkan, heheee……

  3. jyuugatsu09 says:

    udah pernah ko…
    heheheeeee

  4. ririey2008 says:

    udah pernah apaan?

  5. pu7u7 says:

    gw dah ngalamin, tp versiny sdkt beda.
    akhrny stlah 8thn g ktmu, gw ktmu dy lg,wlu g ta2p muka. dan gw blg gw syang dìa. trnyt dy jg sma(ktny(g tau sbnrny)) akhrny kt jadian, tp LDR. berat bgt. srg misscommunication. dan gw sbnrnyny ragu dgn hubg ni. ap dy emg cinta gw atw cm obsesi gw ja.

  6. ririey2008 says:

    @pu7u7….
    pernah ngalamin juga ya?
    iya sih khawatir juga takutnya itu cuma sekedar obsesi, tapi ikutin kata hati aja n biar waktu yg menjawab……

  7. anty says:

    ga enak juga ya nyimpen perasaan itu sendiri!!

  8. ririey2008 says:

    @Anty: perasaan apaan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s