Kalau ngeliat film Troy jadi inget pelajaran sejarah jaman SMP dulu. Ada salah satu bab yang menerangkan tentang perang Troy dan Sparta karena hubungan yang tidak disetujui oleh kedua belah pihak antara Pangeran Troy dan Ratu Sparta. Troy dikirimi kuda kayu raksasa yang tidak diketahui kalau di dalamnya ternyata ada banyak prajurit yang keluar di malam hari untuk menyerang Troy. Dalam perang ini ada pertarungan antara Achilles melawan Hector dari Troy.

Mungkin agak berbeda ceritanya sama yang di film, tapi gue kurang tau juga sih cerita yang sebenernya dari buku sejarah, lupa, maklum udah lama, heheee… so here’s the review based on the movie with my own words.

Troy dan Sparta baru saja merayakan perdamaian yang setelah itu Paris, Pangeran dari Troy membawa kabur Ratu Sparta, Hellen, ke Troy. Sang raja menyadari lalu meyerang Troy dengan meminta bantuan Achilles dan prajuritnya. Awalnya Achilles nggak mau karena bagi dia nggak ada gunanya, ia tidak punya masalah dan urusan dengan Troy, ia tidak peduli meskipun itu pertarungan demi negaranya. Lalu ia diimingi akan kepopuleran dan keabadian namanya suatu saat nanti yang mungkin akan dikenang oleh banyak orang walaupun setelah ribuan tahun lamanya jika ia ikut perang dan bisa menang (Achilles yakin akan menang karena ia seorang yang sangat hebat), akhirnya ia terima tawaran itu. Achilles ikut berperang bukan untuk membela Sparta melainkan untuk penghargaan atas dirinya dan prajuritnya sendiri.

Kapal milik Achilles dan prajuritnya yang hanya sekitar 50 orang berada di paling depan di antara ratusan kapal milik Agamemnon (sekutu Sparta yang sangat ingin menaklukkan Troy). Achilles berhasil menaklukkan prajurit Troy yang berjaga di pantai lalu maju dan menuju kuil Apollo milik Troy. Di situ ia bertemu dengan salah satu Pangeran Troy yaitu Hector yang juga merupakan prajurit terhebat Troy. Tapi mereka tidak bertarung karena pertarungan sebenarnya adalah esok harinya.

Di perkemahan milik Agamemnon, Achilles bertemu dengannya di tenda milik Agamemnon. Achilles tidak sependapat dengan Agamemnon yang tamak akan kekuasaan yang menyatakan kemenangan adalah miliknya dan karena dia sedangkan menurut Achilles parjurit lah yang lebih berperan karena Agamemnon memang tidak melakukan banyak hal. Achilles mundur dari keikutsertaannya dalam perang melawan Troy.

Esoknya Agamemnon bergerak sendiri dengan parjurit dan sekutunya tanpa Achilles dan prajuritnya untuk melawan dan menyerbu Troy. Paris merasa bertanggung jawab atas ini semua akhirnya ia memutuskan untuk melawan Raja Sparta sendiri dengan kesepakatan siapa yang menang ia boleh memiliki Helen. Paris kalah, ia bahkan menyerah sebelum selesai pertandingan dan kabur menuju Hector, kakaknya. Sebagai gantinya Hector lah yang membunuh Raja Sparta. Agamemnon yang merupakan kakak dari Raja Sparta tersebut menyerang Troy bersama ribuan prajuritnya tapi ia kalah karena ia tamak tidak memikirkan tak-tik dan hanya mementingkan dirinya sendiri demi kekuasaan dan karena ketamakannya. Troy memang hebat karena belum pernah ada musuh-musuhnya yang bisa menembus dinding Troy.

Agamemnon disarankan oleh para sekutunya untuk meminta bantuan Achilles kembali, tetapi Achilles tidak mau. Malam harinya Troy kembali menyerang Perkemahan Agamemnon begitu pula pagi harinya. Ternyata Achilles dan prajuritnya yang tadinya tidak ingin ikut serta perang tersebut muncul, Hector melihatnya lalu langsung menuju pada Achilles, mereka bertarung dan Achilles kalah, Hector menggorok leher Achilles. Hector membuka helm Achilles dan ternyata itu bukan Achilles melainkan sepupu Achilles yang sangat disayangi oleh Achilles. Ternyata prajuritnya pun tidak tahu kalau itu bukanlah Achilles. Achilles masih berada di tendanya, ia sangat marah dan murka mendengar kabar itu.

Achilles mendatangi Hector di Troy, mereka bertarung satu lawan satu, Hector kalah dan mati. Mayat Hector ia seret menuju perkemahannya. Malam harinya, Priam, Raja Troy menemui Achilles, memohon untuk mengambil kembali mayat putra tertuanya itu.

Troy kedatangan sebuah kuda kayu raksasa, mereka membawanya masuk ke dalam kota. Ternyata malam harinya keluarlah banyak prajurit Agamemnon dari dalam patung kuda kayu raksasa tersebut untuk menyerang Troy dan rakyatnya, dan terjadilah pertempuran. Achilles yang datang belakangan ikut pertempuran itu hanya untuk bisa meyelamatkan Breseis, wanita Troy yang ia cintai, tapi ia malah mati oleh beberapa anak panah dari Paris. Raja Priam juga terbunuh ditusuk dengan tombak oleh Agamemnon. Paris, Breseis, Helen, istri dan anak Hector juga beberapa yang lain berhasil menyelamatkan diri.

Menurut gue Achilles itu hebat banget, lincah, sportif, peduli sama prajuritnya. Keinginannya adalah agar namanya bisa dikenang oleh banyak orang meski sudah melewati ribuan tahun lamanya. Dia menginginkan kejayaan atas kemampuannya sendiri. Tapi di film ini gue lebih suka Hector dan sumpah gue sedih banget ngeliat adegan dia harus mati dibunuh sama Achilles. Hector itu prajurit yang hebat juga tapi nggak sehebat Achilles tentunya (buktinya dia kalah dari Achilles), dia peduli sama rakyatnya sama negaranya, cinta banget keluarga sampe rela berkorban demi adiknya, Paris, yang nggak bisa apa-apa itu. Ngeliat Orlando sebagai Paris di film ini nyebelin banget, dia bener-bener kaya orang bodoh banget di film ini , heheee….piiisss……

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s