Tulisan ini dari acaranya pak Mario Teguh yaitu Golden Ways di Metro TV yang tayang pada tanggal 12 April 2009 yang lalu. Kebetulan gue juga hadir sebagai audience di acara tersebut tapi cuma ikut yang sesi pertama dengan tema “Cuma Khayalan”; recording session. Sesi kedua yang live session dengan tema Three Times A Lady ini gue nggak hadir tapi gue suka bangat sama pembahasannya jadi gue post di blog ini.

Seorang wanita adalah sebuah kesatuan yang indah dari tiga peran penting dalam kebersamaan dengan prianya. Yang pertama, dia sebagai kekasih. Yang kedua, dia sebagai sahabat. Yang ketiga, dia sebagai ibu.

Seorang wanita, harus pertama, menjadi seorang kekasih.

Mungkin karena mengikuti sebuah seminar yang salah, tidak sedikit wanita yang tidak lagi berupaya menjadikan dirinya obyek ketertarikan fisik dari prianya, segera setelah mereka menikah. Entah siapa yang mengajarinya untuk menjadi wanita yang tidak lagi menggetarkan jantung prianya saat tenunan-tenunan benang itu meninggalkan kulitnya. Atau menjadikannya wanita dengan suara tawa, teriakan, dan umpatan yang biasanya dilakukan oleh pria-pria tidak terdidik atau, menjadikan dirinya lebih perkasa dari prianya, untuk menyiapkan dirinya bagi pertarungan yang harus dimenangkannya atas prianya, suatu ketika nanti.

Bila anda ingin pria anda mengendap-endap, meliuk-liuk dan menggeram rendah dan dalam saat dia merangkak mendekati anda, dengan sinar mata yang mengharuskan anda untuk gemetar karena lebih mengharapkan daripada menolak; maka jadikanlah diri anda seorang kekasih yang pertemuan dengannya membuat pria anda bersedia meninggalkan apapun.

Seorang wanita, harus ke-dua, menjadi seorang sahabat.

Sebuah kebersamaan yang tidak dibangun atas sebuah persahabatan, akan menjadi sebuah istana pasir yang menunggu air pasang naik. Dua sahabat, disebut sahabat, karena mereka menikmati kebersamaan dengan satu sama lain. Mereka menikmati yang mereka lakukan bersama. Mereka tidak harus menyenangi hal-hal yang sama, tetapi mereka selalu menemukan cara-cara yang menyenangkan dalam menikmati waktu mereka. Mereka menjadi penguat bagi satu sama lain; tidak menilai buruk satu sama lain, melihat kebaikan dari satu sama lain, mengupayakan kebaikan bagi satu sama lain. Seperti unsure kimia yang bereaksi dan berubah karena dicampurkan – anda dan pria anda harus berubah menjadi pribadi-pribadi baru, yang kebersamaanya justru memperkuat kebersamaan baru yang kebersamaannya justru memperkuat kebersamaan anda. Bukan tidak cukupnya kasih saying, yang membuat sebuah kebersamaan itu tidak membahagiakan – tetapi tidak cukupnya persahabatan.

Seorang wanita, harus ke-tiga, menjadi seorang ibu.

Ada wanita yang berhasil membangun karir yang cemerlang, lalu menolak menjadi seorang ibu, karena menurutnya menjadi seorang ibu itu merendahkan martabatnya sebagai seorang wanita. Dia sangat betul, karena dia adalah wanita yang dilahirkan dari rahim seorang pria. Tidak ada pria atau wanita yang super mulia dan super cemerlang dalam sejarah kemanusiaan, yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu. Bila bayi kecil, lucu, harum dan ceria itu kemudian menjadi seorang profesional atau pebisnis yang cemerlang dan mulia pribadinya; maka langit pun tidak bias menjadi atap dari tingginya pujian yang terharuskan bagi seorang ibu. Seorang pria yang mengerti hal ini, akan menghormati wanitanya sebagai keteladanan bagi anak-anaknya dala menghormati ibu mereka, wanita kecintaannya. Ciumlah punggung tangan wanita anda, dan katakanlah dengan penuh kasih, “you’re once, twice, three times a lady and I love you“.

Ketertarikan yang menggila pada saat-saat pertama cinta ditemukan, memang mudah untuk membuat dua pribadi yang sangat berbeda untuk menjadi satu dan memutuskan untuk bersama-sama sepanjang hidup. Hanya saja, panjangnya hidup yang dilihat oleh mata yang sedang terkaburkan oleh cinta, bias jadi sangat pendek. Itu sebabnya cinta saja tidak cukup. Cinta harus menjadi landasan dari sebuah kebersamaan, yang tidak mungkin menjadi keseluruhan strukturnya. Ada banyak hal yang harus dibangun dengan logika yang jernih untuk menjadikan sesuaru yang dimulai dengan emosional ini – sebuah kebersamaan yang membahagiakan.

From Mario Teguh Golden Ways

About ririey2008

I'm just who i am

One response »

  1. me says:

    i like Mario Teguh Golden Way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s