Ia tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.

Senyum itu tampaknya membuat perasaannya lebih baik.

Lelaki itu teringat kebaikan seorang temannya dulu

dan menyuratinya untuk berterima kasih.

Temannya sangat senang menerima surat itu

sehingga ia meninggalkan tip besar saat makan siang.

Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu,

mempertaruhkan semuanya mengikuti firasatnya.

Besoknya ia mengambil uang yang dimenangkannya

dan memberikan sebagian pada lelaki di jalan.

Lelaki di jalan itu merasa bersyukur

karena sudah dua hari ia tak makan.

Ia pulang ke kamarnya yang sempit dan kumuh

(ia tak tahu pada waktu itu bahwa ia mungkin akan menemui ajal)

Dalam perjalanan ia memungut anak anjing yang kedinginan

dan membawanya ke rumah supaya hangat.

Anak anjing itu sangat bersyukur

tak lagi di luar didera badai.

Malamnya rumah itu terbakar.

Anak anjing itu menggonggong memberi peringatan.

Ia menggonggong hingga seluruh isi rumah terbangun

dan menyelamatkan semua orang dari bahaya.

Salah satu anak yang diselamatkannya

tumbuh dewasa menjadi presiden.

Semua itu karena sebuah senyum

yang tak membutuhkan uang satu sen pun.

By: Barbara Hauck

Taken From : Chicken Soup For The Teenage Soul

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s