Kita semua tahu kalau kelebihan berat badan mempunyai resiko yang besar. Tapi apakah kalian juga tahu kalau menjadi terlalu kurus pun sama membahayakannya?

Pola makan yang tidak teratur adalah kebiasaan yang bukan hanya tidak sehat tapi juga membahayakan. Banyak macam pola makan yang tidak teratur, tapi yang paling membahayakan adalah Anorexia dan Bulimia.

Orang yang menderita anorexia melaparkan diri mereka sendiri. Mereka tidak makan, menolak untuk makan, menghindari makan, pada dasarnya melakukan apapun untuk tidak makan. Bukan berarti mereka tidak lapar, mereka lapar, tapi mereka menganggapnya sebagai suatu tanda kalau mereka telah berhasil mengontrol diri.

Anorexia adalah penyakit psikologis, emosi. Mereka yang menderita anorexia biasanya melihat kelangsingan sebagai kunci kesuksesan untuk kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Dan jika kamu pikir orang-orang ini adalah mereka yang tidak berprestasi dalam hidup sehingga mengidentifikasi kesuksesan dengan menahan lapar, maka kamu salah. Kebanyakan penderita anorexia adalah mereka yang punya prestasi tinggi, pekerja keras, dan selalu mencoba untuk menjadi sempurna.

Tubuh penderita anorexia sangat kekurangan nutrisi yang justru dibutuhkan tubuh untuk menjaga agar tetap normal fungsi kesehatannya. Karena itulah tubuh menjadi lambat proses metabolisme: detak jantung melambat, tekanan darah menurun. Tanda-tanda ini menunjukkan kalau jantung berubah; semakin lambat detak jantung dan semakin menurunnya tekanan darah, maka semakin tinggi resiko kerusakan jantung dan kematian. Penderita anorexia juga menderita kelemahan otot. Tulang mereka menjadi mudah rusak dan rapuh karena mengalami osteoporosis, walaupun masih di usia muda. Mereka juga mengalami dehidrasi, yang mana bisa menjadikan kerusakan ginjal. Mereka selalu merasa lelah, dingin dan lemah, dan mereka sering pingsan. Rambut dan kulitnya kering dan mengalami kerontokan. Bulu-bulu halus tumbuh di seluruh tubuh dalam usaha menjaga badan agar tetap hangat. Menstruasi pada wanita menjadi tidak teratur dan bahkan mungkin juga berhenti, sementara pada lelaki mengalami penurunan tingkat hormone seksual.

Kehilangan berat badan yang sangat dramatis: penderita anorexia mempunyai berat badan yang rendahnya 85% di bawah normal; normal yang sesuai dengan tinggi dan umur mereka. Seorang penderita anorexia menyangkal kalau dia lapar dan selalu berusaha untuk menghindari makan, dengan alasan seperti “saya tidak lapar”. “saya sudah makan tadi sama teman”, dll. Ia sangat pemilih dalam hal makanan, makan hanya dalam jumlah kecil dan hanya beberapa jenis makanan. Mereka terobsesi pada olah raga untuk membakar kalori. Orang ini sangat memperhatikan sekali penampilannya dan takutan akan menjadi gemuk daripada kehilangan berat badan.

Satu dari penderita anorexia adalah lelaki. Walaupun di masyarakat kita lebih banyak wanita yang menginginkan kurus/langsing (kebanyakan pria sudah puas dengan penampilan mereka apa adanya dan beberapa memandang kurus/langsing sebagai kelemahan), lelaki dalam kondisi tertentu kemungkinan bisa menderita anorexia contohnya mereka yang kerja atau partisipasi dalam olah raga yang menuntut penampilan tubuhnya sempurna, seperti model, actor, entertainer, joki dan atlit juga beberapa petinju bisa jadi penderita anorexia.

Bulimia; orang yang menderita bulimia juga melakukan diet, tapi ketika mereka lapar mereka makan yang banyak, sebagai kompensasinya mereka memuntahkannya lagi atau mengosongkan perut dengan menggunakan obat seperti obat pencuci perut atau mengosongkan air dari dalam tubuh mereka dengan menggunakan obat supaya buang air kecil. Seperti penderita anorexia, penderita bulimia juga terobsesi akan bentuk tubuh dan penampilan. Tapi tidak seperti penderita anorexia, mereka mempunyai berat badan yang normal, atau hanya sedikit di bawah normal.

Seperti anorexia, bulimia juga merupakan penyakit psikologis; emosi, dipicu oleh gagasan yang salah bahwa kekurusan adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan.

Lapisan perut dan esophagus (pipa yang menghubungkan mulut dengan perut) bisa menjadi bocor karena frekuensi muntah yang sering. Mereka juga bisa mengalami dehidrasi karena semua dimuntahkan dan penyalahgunaan obat laksatif (pencuci perut). Gigi mereka menjadi bernoda atau rusak karena asam lambung yang muncul saat sedang muntah. Mereka yang menyalahgunakan laksatif mungkin juga menderita sembelit.

Penderita bulimia pria lebih sedikit dari anorexia. Dari setiap 10 penderita anorexia wanita, ada satu pria penderita bulimia.


taken from C`nS 2003 vol.3 no.19

About ririey2008

I'm just who i am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s