Sekarang aku tahu kalau dulu kau pun mempunyai perasaan yang sama sepertiku saat itu, kau pun mencintaiku sama seperti yang pernah aku rasakan saat itu padamu, tapi mengetahui semua ini sekarang sudahlah terlambat, sudah sangat terlambat walaupun ku akui masih ada sedikit perasaan itu, masih ada setitik harapanku untuk bersamamu.
aku ingin sekali mengatakannya tapi tahu kah kau kalau itu sulit, sulit untuk ku mengungkapkan itu semua sementara kau sendiri pun hanya diam saja. seharusnya kau lah yang lebih berani daripada aku tapi kau hanya diam hingga saat ini. aku kecewa ternyata kau tidak berani memperjuangkannya, bukan tidak berani, mungkin kau memang tidak ingin memperjuangkannya, membiarkannya hanya lewat begitu saja, aku kecewa padamu, juga pada diriku sendiri.
sudahlah…itu semua sudah berlalu, tak ada gunanya semua itu untuk saat ini, tapi aku masih mempunyai harapan kecil untuk kita bersama, harapan kosong milikku sendiri yang tidak kau punya dan mungkin kau sendiripun sudah lupa akan perasaanmu padaku itu, aku tak peduli, hanya satu yang ingin aku tanyakan, hanya satu yang ingin aku ketahui jawabannya, mengapa kau membiarkan perasaanmu padaku lewat begitu saja? mengapa kau tidak memperjuangkannya? kenapa kau hanya berdiam diri?
ku tahu sekarang kau pernah mencintaiku tapi apa gunanya mengatahui itu semua saat ini walaupun sebenarnya ku masih menaruh setitik harapan akan itu, akan kau datang padaku, bersama menjalani kisah ini, tapi apa gunanya itu semua saat ini.